Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Maret 2016

Netizen Jogja Diskusi dengan MPR RI


Diskusi bertema kebangsaan mungkin menjadi sesuatu yang sudah sangat jarang ditayangkan melalui siaran televisi maupun diperdengarkan melalui radio. Diskusi di lingkungan akademis juga mungkin sudah jarang dilakukan kecuali dalam kelas Pancasila maupun Kewarganegaraan, kelas masing-masing selama dua SKS (sistem kredit semester) dalam satu semester. Di sisi lain, ‘kebangsaan’ perlu untuk dihadirkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah dinamika kehidupan modern seperti saat ini, baik bagi yang tinggal di dalam negeri maupun yang sedang melanglang buana di luar negeri. Untuk menyemarakkan kembali diskusi bertema ‘kebangsaan’, MPR RI menggandeng Komunitas Blogger Jogja menggelar acara “Netizen Jogja Ngobrol Bareng MPR RI”.


*informasi kegiatan ini saya dapatkan dari page Facebook: Komunitas Blogger Jogja

Rangkaian acara ini berlangsung di Hotel East Parc Yogyakarta dari tanggal 18-19 Maret 2016 dengan peserta dari berbagai daerah, yaitu: Yogyakarta, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya dan lain sebagainya. Rangkaian acara ini merupakan wujud upaya dari MPR RI untuk memasyarakatkan wawasan kebangsaan. MPR RI sebagai lembaga yang bertugas sebagai Rumah Kebangsaan memiliki tugas yang sangat berat. Oleh karena itu, untuk mempermudah dalam menyebarluaskan wawasan kebangsaan yang termasuk di dalamnya adalah Empat Pilar MPR RI yang terdiri dari: Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka MPR RI menggandeng komunitas netizen untuk menyebarluaskannya. Netizen diharapkan dapat membantu menyebarkan wawasan kebangsaan melalui internet melalui semua lini massa yang ada, seperti: Facebook, Twitter, Instagram maupun blog.
Kegiatan ini secara umum dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu:

1. Diskusi Bersama Ketua MPR RI, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M. dengan kupasan mengenai Empat Pilar MPR RI serta GBHN sebagai Penentu Arah Bangsa.


2. Ramah Tamah dengan Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma’ruf Cahyono, S.H., M.H.



3. Diskusi dengan Pimpinan Badan Pengkajian T. B. Soenmandjaja dengan tema Menangkal Radikalisme dengan 4 Pilar MPR RI.



Sebagai catatan bahwa yang dimaksud dengan 4 Pilar adalah 4 Pilar MPR RI bukan 4 Pilar Kebangsaan. 4 Pilar MPR RI maksudnya adalah pilar-pilar yang harus disosialisasikan oleh MPR RI. Seperti diketahui bahwa istilah “4 Pilar Kebangsaan” menimbulkan kebingungan di masyarakat dikarenakan menempatkan Pancasila setara dengan UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Padahal Pancasila adalah dasar negara yang tentunya berbeda kedudukannya dengan yang lainnya. Akhirnya pada tanggal 3 April 2014, Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan untuk menghapus istilah 4 pilar kebangsaan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang perubahan atas UU Nomor 2 tahun 2008 tentang Partai politik.
[diakses dari: sini]

Agar acara ini dapat terkoordinir dan terdokumentasi dengan baik, maka ada masukan yang ingin disampaikan. Tim Sosialisasi Empat Pilar MPR RI diharapkan mampu mengintegrasikan semua postingan dari media social dengan baik melalui suatu website khusus dengan tema Empat Pilar MPR RI, misalnya dengan membuat domain dengan alamat www.4pilarmpr.go.id. Melalui domain tersebut diharapkan semua postingan dari para blogger maupun netizen dari blog masing-masing dapat terkoneksi dengan www.4pilarmpr.go.id. Hal tersebut berlaku juga untuk semua lini massa social media yang lainnya, misalnya melalui twitter. Sebaiknya terdapat akun tweet yang khusus berkaitan dengan empat pilar MPR RI, misalnya: @4pilarmpr. Oleh karena itu, semua tweet yang di-mention ke @4pilarmpr maupun dengan tagar khusus, misalnya: #4pilarmpr dapat di-retweet maupun di-favorit. Konsep integrasi tersebut diharapkan mampu menguatkan peran dunia maya dalam sosialisasi empat pilar MPR RI tersebut. Konsep integrasi ini dapat menjadi sebuah dokumentasi/arsip yang baik di dunia maya. Secara sederhana, konsep integrasi di dunia maya tersebut dapat dilihat pada gambar berikut.

Tidak bisa dipungkiri bahwa sosialisasi dengan basis dunia maya tidak dapat menyentuh semua kalangan, khususnya bagi mereka yang berada di daerah perbatasan dengan negara lain. Oleh karena itu, diharapkan MPR RI tidak lupa untuk menjaring ide dalam sosialisasi ke WNI yang berada di perbatasan. Pembangunan wawasan kebangsaan tidak hanya dimulai dari masyarakat di pulau-pulau utama saja. Kegiatan ini diharapkan juga mampu untuk dilaksanakan di daerah perbatasan, misalnya dengan membentuk kader-kader wawasan kebangsaan yang diterjunkan ke daerah perbatasan. Cara lain yang mungkin bisa ditempuh adalah dengan mengintegrasikan tugas MPR RI ini dengan program-program dari Pemerintah lainnya yang diterjunkan di daerah perbatasan, misalnya: Indonesia Mengajar, SM3T oleh Kemenristekdikti maupun Patriot Energi oleh Kemen ESDM. Integrasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan program bagi masing-masing institusi.

Minggu, 13 Maret 2016

Tarif Khusus Idle Seat Bagi yang Suka Naik Kereta Api

Pada saat ini, kereta api menjadi salah satu moda transportasi favorit untuk bepergian antardaerah. Kualitas pelayanan, kenyamanan, kemudahan dalam pemesanan tiket merupakan beberapa alasannya. Waktu tempuh beserta ‘disiplinnya’ kedatangan dan keberangkatan kereta api menjadi poin positif tersendiri. Oleh karena itu, tidak heran jika tiket kereta api untuk libur panjang maupun menyambut hari raya akan sangat laris manis. Bahkan pada saat 90 hari sebelum jadwal keberangkatan, awal waktu pemesanan tiket untuk menyambut datangnya libur panjang maupun libur hari raya, tiket kereta api untuk tujuan-tujuan tertentu sudah habis terjual. Beberapa tujuan tersebut adalah dari Jakarta dan Bandung ke daerah Jawa Tengah, DIY, maupun Jawa Timur serta arah sebaliknya ketika libur panjang selesai.

Dalam rangka meningkatkan pelayanannya, PT KAI selaku operator kereta api di Indonesia selalu melakukan berbagai inovasi. Tak bisa dipungkiri bahwa inovasi-inovasi yang dilakukan tentunya dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan sekaligus kemudahan dan kenyamanan bagi para pengguna jasa KAI. Seperti misalnya dalam penawaran idle seat. Idle seat adalah bangku kosong yang belum terpesan sampai pada dua jam sebelum keberangkatan kereta. Kita dapat memesan tiket kereta api pada beberapa relasi/rute dengan tarif khusus.

Cara Pemesanan dan Beberapa yang Melayani Idle Seat

Idle seat dapat dipesan dengan syarat:
1. Pastikan ada bangku kosong pada KA yang diinginkan (dapat dicek melalui website KAI)
2. Pastikan jadwal keberangkan KA
3. Tiket mulai dapat dipesan dua jam sebelum keberangkatan pada stasiun keberangkatan
4. Siapkan kartu identitas

Beberapa relasi atau rute yang melayani tarif khusus idle seat adalah sebagai berikut.
1. Purwokerto-Gombong-Kutoarjo-Yogyakarta-Solo*
2. Yogyakarta-Solo-Madiun*
*berlaku untuk arah sebaliknya

Daftar harga beserta KA yang menyediakan idle seat yang saya dapat dari Stasiun Gombong dapat dilihat pada gambar berikut.



Manfaat

Kebijakan ini merupakan kebijakan yang bisa dikatakan sama-sama menguntungkan bagi pengguna jasa PT KAI maupun bagi PT KAI itu sendiri. Bagi PT KAI, tentunya penjualan bangku-bangku kosong dapat mengoptimalkan kapasitas bangku yang ada. Bagi para pengguna jasa PT KAI, idle seat dapat menjadi salah satu alternatif dalam melakukan perjalanan. Misalnya, bagi yang ingin bepergian dari Yogyakarta menuju Solo, idle seat dapat menjadi pilihan di saat banyaknya calon pengguna KA Prameks pada akhir pekan. Seperti diketahui bahwa pada akhir pekan, banyak mahasiswa ataupun karyawan yang pulang ke daerah Solo dan sekitarnya mengakibatkan banyak yang tidak mendapatkan jatah tiket KA Prameks Yogyakarta-Solo. Hal tersebut juga berlaku bagi para calon pengguna jasa Prameks relasi Yogyakarta-Kutoarjo pada akhir pekan. Idle seat juga menjadi pilihan bagi para calon pengguna jasa yang ingin merasakan sensasi nyamannya menggunakan KA Eksekutif dengan harga yang lebih terjangkau, misalnya: KA Argo Wilis, Bima, Gajayana, Turangga dan Malabar relasi Yogyakarta-Madiun dengan harga tiket Rp. 80.000,00.

Saya pribadi yang biasa melakukan perjalanan dari Lempuyangan-Gombong atau sebaliknya. Saya biasa menggunakan KA Gajah Wong atau Bogowonto sebagai alternatif dengan harga tiket Rp. 60.000,00 sebagai alternatif dari KA Joglokerto.



Adakah yang tau relasi/rute lain yang melayani idle seat?

Semoga bermanfaat!!!



Kamis, 12 November 2015

Cara Membuat Akun Premium Duel Otak

Duel yang dimaksud dalam artikel ini bukanlah seperti duel-duel lainnya yang menggunakan fisik dan tenaga. Duel otak merupakan sebuah permainan pada perangkat android berupa ketepatan dalam menjawab pertanyaan bertipe multiple choice dengan empat pilihan jawaban. Permaian ini hampir mirip dengan kuis “Who Wants to be a millionaire?”. Permainan ini dikembangkan oleh FEO Media yang berasal dari Swedia, bukan dari Indonesia. Duel Otak juga tersedia dalam 21 versi lainnya, berbeda-beda tiap negara. Misalnya: QuizClash di Amerika Serikat, Australia maupun Inggris. Permainan ini semakin seru karena kita diadu dengan orang lain untuk menjawab pertanyaan. Banyak ragam tema yang bisa dipilih untuk berduel menjawab pertanyaan dengan lawan, misal: jelajah ilmu, olahraga dan permainan, teknologi, iman dan kepercayaan, flora dan fauna, kuliner dan lainnya. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut, lebih baik bagi yang punya perangkat android segera mengunduhnya dari Playstore. Pasanglah dan mainkanlah "Duel Otak".

Versi yang diunduh dari Playstore adalah versi biasa. Ada beberapa fasilitas yang tidak didapatkan ketika menggunakan versi ini, misalnya: ganti avatar, melihat statistik permainan serta bisa melakukan duel yang tak terbatas dalam waktu yang sama. Untuk mendapatkan fasilitas tersebut, Duel Otak menawarkan versi premium dengan cara membayar sebesar 23.000. Waaah harus membayar? Jangan khawatir, ternyata ada cara untuk mendapatkan versi premium secara gratis. Caranya adalah sebagai berikut.




1. Buka laman berikut ini.

2. Isi akun Duel otak yang sudah dibikin pada kolom yang disediakan.

3. Share di beranda Facebook. Jangan lupa untuk mengubah format share-nya menjadi "Public"



Tunggu beberapa saat, maka akun Anda berubah menjadi versi premium.
Tampilan berikut merupakan Duel Otak dalam versi biasa. Kepala masih plontos dan kulit wajahnya masih biru. :p


Berikut merupakan tampilan beranda versi premium, avatar sudah bisa diganti serta statistik permainan sudah bisa dilihat.




Gambar berikut ini merupakan tampilan dalam desain avatar. Terlihat lebih guanteng daripada versi kepala biru plontos. Bahkan, barangkali lebih ganteng dari foto asli yang punya blog. 



Akhirnyaaa, mari berduel!!!


Senin, 03 Agustus 2015

Goresan


Goresan tangan akan menjadi indah jika dilakukan oleh tangan yang memiliki bakat. Namun, tanpa kesungguhan, bakat yang dimiliki tidak akan berarti apa-apa. Tanpa belajar dan usaha, bakat tak akan tersalurkan dengan baik. Semakin sedikit garis yang dibutuhkan untuk membentuk suatu gambaran, semakin berbakat dan jago penggores tersebut.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Apa saja yang sudah digoreskan dalam nikmat umur yang telah dianugerahkan? Lebih banyak goresan kebajikan atau kemaksiatan? Kita tak tahu bagaimana gambaran hasil dari goresan kehidupan hari demi hari yang telah dilalui. Apakah gambaran indah di akhirat nanti? Atau gambaran yang tidak diharapkan? Hela nafas, tundukkan kepala, tengadahkan kedua tangan, lalu mohonlah kepada Yang Mahakuasa. Memohon agar goresan-goresan yang buruk dihapuskan. Serta memohon agar mampu menggoreskan banyak hal yang baik di kehidupan ini sehingga berbalas dengan gambaran yang indah di akhirat nanti. :)





Kamis, 18 Juni 2015

Dipertemukan Kembali : Sebuah Anugerah


Semburat mega-mega di ufuk barat menandai datangnya malam ini. Setelah setahun lamanya, dalam kondisi yang lebih baik, sama atau bahkan lebih buruk, kita selayaknya bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Tak peduli apakah kita kembali dalam keadaan celaka, rugi maupun beruntung. Inilah anugerah yang luar biasa, sebuah kesempatan agar kita bisa berubah dari celaka/rugi menjadi beruntung. Kesempatan bagi mereka yang sudah beruntung untuk menjadi lebih beruntung lagi. Siapa yang tidak ingin beruntung? Sebuah kondisi dimana hari ini lebih baik dari hari kemarin. Lebih baik di masa suci tahun ini dibandingkan dengan masa suci yang telah lalu.

Masa lalu biarlah tertinggal menjadi sebuah pelajaran, agar kini dan masa depan menjadi lebih baik lagi.

Selamat datang masa yang suci.

*renungan

Selasa, 24 Februari 2015

‘Merasa’


Saat mendaki untuk mencapai puncak, merasa apa yang sudah dijejaknya sangat tinggi akan menjadi penghambat dalam mencapai puncak tersebut.

Saat berlari untuk mencapai jarak yang jauh, merasa sudah berada dalam posisi terjauh dapat menyebabkan lalai bahwa ada banyak pelari lain yang siap menyalip di sisa-sisa tenaga yang ada.

Salah satu hambatan dalam meraih kesuksesan adalah ketika sudah merasa sukses.

Ketika merasa sudah menjadi seorang ahli, maka di saat itu keahlian yang sudah dimiliki akan tertinggal sama mereka yang selalu belajar untuk meningkatkan tingkat keahliannya.

Dalam proses untuk belajar menulis, merasa bahwa tulisannya sudah sangat bagus, mencerahkan serta mudah dipahami, bisa jadi tulisan tersebut masih sangat ambigu, monoton serta alurnya itu-itu saja.

Terkadang, ‘merasa’ memang dapat ‘mengalahkan’ diri sendiri. Sejatinya, ‘merasa’ bukanlah milik kita, semuanya anugerah dari Yang Mahakuasa.

Selasa, 18 November 2014

Nyempil di Hamparan Samudera Kehidupan

Nyempil di Hamparan Samudera Kehidupan



Kita bagaikan satu butiran hujan di antara hujan gerimis yang mengguyur panasnya kota di hari ini.

Kita bagaikan satu butiran pasir di antara bertakhingga pasir yang terhampar indah di sebuah pantai berpasir putih.

Kita bagaikan sebuah buih yang terombang-ambing di tepian dermaga pelabuhan para nelayan di antara buih-buih yang terhampar di seluruh samudera yang menjadi bagian terbesar Bumi kita tercinta.

Kita hanya bagian kecil di Planet Bumi, sementara Bumi hanyalah bagian dari sistem tata surya dengan Matahari sebagai pusatnya. Matahari sendiri bergerak mengelilingi pusat galaksi Bimasakti. Di luar Galaksi Bimasakti, masih banyak galaksi-galaksi lain yang bergerak bersama untuk mengelilingi pusat cluster-nya. Banyak sekali cluster-cluster yang menyusun alam semesta ini. Kita hanyalah bagian yang sangat kecil di alam semesta ini.

Sementara, seberapa besar pengorbanan yang telah kita lakukan? Bagi kehidupan ini? Bagi Alam semesta ini? Bagi Bumi ini? Bagi Negara tercinta ini? Bagi sekitar kita? Atau bahkan bagi diri sendiri?




Hujan, sebagai Pengingat


Hujan, sebagai Pengingat

Hujan mengingatkan akan banyak peristiwa di masa kecil. Pada waktu itu, sering sekali ‘mencuri-curi’ kesempatan agar bisa hujan-hujanan.  Main bola dan kejar-kejaran di sawah merupakan permainan yang sangat menarik pada waktu itu. Hujan merupakan sesuatu yang menyenangkan bagi sebagian besar anak kecil, khususnya bagi yang hidup di desa yang di sana masih terdapat sawah-sawah. Sawah merupakan tempat favorit untuk sekedar bermain kejar-kejaran atau dorong-dorongan sampai lempar-lemparan lumpur. Hujan yang sangat favorit bagi anak-anak adalah hujan yang butir-butir airnya tidak sebesar biji jagung yang bisa membuat sakit jika terkena badan apalagi wajah. Tidak juga terlalu kecil, hanya gerimis, karena gerimis relatif lebih sering membuat demam. Hujan yang favorit juga terbebas dari guntur, petir dan angin. Suara guntur dan kilatan petir merupakan sebuah momok yang menakutkan bagi anak-anak yang biasanya jika kilatan petir dan gemuruh guntur datang, anak-anak langsung bersembunyi sambil merunduk serta menutup telinga dengan kedua tangannya. Hujan juga mengingatkan akan merdunya suara katak yang saling bersahutan. Belum lagi suara jangkrik beserta orong-orong yang menambah harmonis senandung alam di pedesaan. Hujan akan membuat semakin nikmat dalam menyeruput teh hangat serta menyantap potong pisang goreng atau kadang-kadang tempe mendo dengan beberapa buah cabai atau tela goreng jika dibandingkan dengan waktu-waktu yang lainnya. Hujan memang mengundang rindu akan masa kecil dan kampung halaman. Terkadang, kalau memang tidak bisa “mencuri” waktu untuk hujan-hujanan, masih ada permainan imajinasi yang mengasyikkan. Berdiri di bawah tepian atap rumah atau bisa dari balik jendela, lalu pandangi barisan rintik hujan yang jatuh dari atap rumah, maka kau akan merasakan seolah-olah sedang terbang ke angkasa.
Namun, hujan sekarang seakan-akan menjadi suatu penghambat, sewaktu-waktu kita mencela hanya karena takut basah jika mau bepergian. Atau sekedar kesulitan dalam menjemur pakaian. Atau dijadikan alasan untuk membatalkan suatu janji. Bahkan hujan dijadikan kambing hitam agar kita menjadi malas untuk mengerjakan sesuatu. Atau alasan-alasan lain yang mengatasnamakan hujan. Seakan-akan hujan itu menakutkan, padahal pada waktu kecil, hujan itu sangat mengasyikkan. Bagi para petani atau daerah-daerah lain yang mengandalkan air hanya dari air hujan dengan perlengkapan PAH (Penampungan Air Hujan)-nya hujan merupakan suatu anugerah yang sangat luar biasa. Hujan sangat berarti bagi mereka. Dengan datangnya musim hujan, maka tidak ada uang lagi yang dikeluarkan untuk membeli satu tangki air yang berisi 6.000 Liter seharga sekitar Rp. 150.000,00. Hujan juga menggemburkan tanah ladang milik mereka yang artinya adalah waktunya menanam padi. Bagi mereka, menanam padi hanya bisa dilakukan pada musim penghujan saja, satu kali selama satu tahun. Air gratis beserta waktu tanam padi bagi misalnya warga yang tinggal di daerah perbukitan karst di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul merupakan kenikmatan dari turunnya hujan.
Di sini, bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan, hujan seakan-akan mengguyur panasnya suhu udara. Meredam suasana yang panas sepanjang hari, bahkan barangkali turut serta dalam meredam emosi yang berkecamuk di Ibukota. Memang tidak bisa dipungkiri, pada saat tertentu, bahkan banyak terjadi di kota-kota yang ada di Indonesia, hujan menjadi pemicu datangnya banjir. Beberapa daerah bahkan terkena banjir bandang. Tapi apakah itu karena hujan? Bukankah sebagian besar dari kita sering membuang sampah sembarang? Atau bahkan yang dijadikan tempat sampah adalah sungai, selokan, tempat saluran air? Lalu, bagaimana dengan terjadinya banjir bandang? Adakah yang pernah melakukan penebangan hutan secara sembarang? Adakah yang pernah melakukan sesuatu yang menyebabkan kerusakan hutan?

Hujan tak pernah salah, hujan turun sebagai rahmat dari-Nya. Hujan membasahi tanah-tanah yang kering sehingga menumbuhkan tanaman-tanaman. Dari tanaman tersebut, terbentuklah buah-buah atau yang lainnya yang bisa dimanfaatkan oleh manusia. Tiadalah pantas kita menghardik, mencerca, menyalahkan, mengkambinghitamkan hujan. Yang seharusnya kita lakukan adalah berdoa, bermunajat kepada Yang Mahakuasa, agar diturunkan hujan yang bermanfaat.


Selasa, 16 September 2014

Negeri yang Sangat Kaya, Lantas?


Al kisah, di Jepang, seorang mahasiswa yang berasal dari Indonesia diminta tolong oleh seorang guru setingkat Sekolah Dasar (shōgakkō) untuk mengisi pelajaran “semacam” geografi tentang seperti apa negara Indonesia. Permintaan ini merupakan suatu hal yang sangat berat bagi seorang mahasiswa untuk menyampaikan “materi” kepada anak-anak. Bagaimana cara membuat materi pelajaran begitu menarik bagi anak-anak? Bagaimana cara menyampaikan sebegitu banyak hal yang berkitan dengan Indonesia? Bagaimana menyederhanakan dan membuat materi menjadi menyenangkan bagi anak-anak? Itulah beberapa deretan tantangan yang dihadapi mahasiswa tersebut. Namun, di sisi lain, ini merupakan suatu kesempatan bagi mahasiswa tersebut untuk mempromosikan secara gratis serta sedini mungkin kepada bangsa Jepang.

Setelah beberapa persiapan, waktu yang dinanti oleh anak-anak untuk mendengarkan cerita spesial tentang negeri “kaya” yang membuat nenek moyang mereka “berkunjung dan bertamu” selama 3,5 tahun yang dijanjikan oleh Sensei-nya akhirnya datang. Tentunya, waktu tersebut juga merupakan saat mendebarkan yang telah menunggu sang Mahasiswa untuk mempresentasikan Indonesia, bahkan barangkali lebih mendebarkan dibanding ketika harus mempresentasikan karya penelitiannya di konferensi yang dihadiri oleh para ilmuwan seluruh dunia.

Sebagai moderator di dalam kelas, Sang Sensei mempersilahkan kepada tamu istimewanya, mahasiswa Indonesia, untuk mulai menyampaikan segala tentang Indonesia. Diawali dengan rasa canggung, akhirnya Sang Mahasiswa yang sudah mampu menguasai kondisi di dalam kelas, tentunya dengan bantuan dari Sensei, memulai sedikit demi sedikit untuk menyampaikan tentang Indonesia. Diawali dengan menunjukkan dimana letak Indonesia, perlahan Mahasiswa tersebut menyampaikan begitu kayanya negeri yang bernama Indonesia. Dari ujung utara sampai selatan, terbentang hijau dan rimbunnya hutan belantara. Dari ujung barat sampai timur, tanah yang sangat subur menyebabkan sebegitu banyak jenis tanaman yang bisa tumbuh di Indonesia.

Biasa saja memang apa yang disampaikan oleh Sang Mahasiswa tersebut. Rasanya tidak jauh berbeda dengan apa yang didapatkan oleh para siswa-siswa Sekolah Dasar yang ada di Indonesia. Indonesia adalah negeri yang sangat kaya, subur, gemah ripah dan sebegitu banyak lagi kata-kata yang biasa diungkapkan untuk menggambarkan tentang Indonesia. Sungguh, hal tersebut adalah anugerah yang sangat tak terkira dari Yang Maha Esa.  Hanya dengan menancapkan batang saja, maka dapat tumbuh menjadi tanaman, seperti itu mungkin yang sering terdengar, sebuah lirik lagu klasik hasil cipta anak bangsa. Modal dasar yang sangat bagus untuk memakmurkan rakyatnya. Tiada alasan untuk tidak bersyukur kepada Sang Pencipta.

Sesi penjelasan telah selesai, kendali ruang kelas kembali dipegang oleh Sang Sensei. Penjelasan mengenai Indonesia yang sangat panjang x lebar tersebut dirangkum dengan cantik sekaligus menarik oleh Sang Sensei. Barangkali bagian yang menarik dari rangkaian cerita mahasiswa ada di akhir sesi, yaitu ketika Sang Sensei memberikan pesan kepada anak didiknya. Beliau berkata: “Lihat anak-anak, Indonesia negara yang sangat kaya akan sumber daya alam. Mereka memiliki segalanya untuk kehidupan sehari-hari. Coba bandingkan dengan negara kita yang tidak memiliki kekayaan sumber daya alam seperti Indonesia. Sehingga, kita sebagai Bangsa Jepang harus belajar dan bekerja dengan keras agar dapat memanfaatkan sumber daya yang ada dengan sebaik mungkin. Jika kita tidak belajar dan bekerja dengan keras, maka kita tidak bisa makan apa-apa, tidak bisa menghidupkan listrik untuk menyalakan lampu pada malam hari. Kalau tidak belajar dan bekerja dengan keras, maka suatu saat Bangsa Jepang akan hilang.”

Kaya raya, gemah ripah loh jinawi, memiliki segalanya dan sangat nyaman memang sangat membanggakan. Memiliki kekayaan berbagai macam flora, keanekaragaman hayati yang sangat lengkap. Kekayaan fauna yang sangat banyak seperti yang disimbolkan di film kartun-kartun dari yang sangat unyu seperti di serial kartun Shaun the Seep; hewan cerdik nan lincah, seperti yang ada di serial kartun The Curious George; maupun hewan kuat dan gagah perkasa, The Lion King. Barang tambang yang sangat banyak, emas, perak, tembaga, batu bara, plutonium, uranium dan lainnya. Sumber energi yang sangat lengkap mulai dari minyak dan gas maupun energi terbarukan, seperti panas bumi, surya, angin, gelombang laut serta bioenergi. Generasi yang masih sangat muda mesti sangat senang mendengarkan cerita tentang kekayaan negerinya. Namun, kekayaan pasti akan berakhir jika tidak dijaga dengan pandai dan ulet.
Indonesia adalah negeri yang sangat kaya, lantas?


Cerita tentang mahasiswa tersebut terinspirasi dari pengalaman pribadi Dr. Mahfudz Al Huda ketika menempuh studi S2 di Jepang yang disampaikan di acara Seminar Scientific Great Moment 5, Agritech Research and Study Club, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya pada tanggal 25 Mei 2014 dengan tambahan redaksi dan unsur dramatisir. 

Sabtu, 14 Juni 2014

Rapihkan Desktopmu!!!


Kota Satria adalah destinasi yang terakhir untuk jenjang saat ini. Meskipun cenderung kecewa yang didapat, tetap tidak boleh melupakan begitu banyak barisan hikmah yang datang berbondong-bondong. Hambatan dan insiden yang tak disangka terjadi, tidak boleh menghalangi untuk mengingat bahwa begitu banyak nikmat yang telah didapat yang banyak orang tidak bisa merasakan bahkan membayangkannya pun tidak mampu.
Detik-detik tak pernah menunggumu untuk sekedar bersantai-santai, leyeh-leyeh, goler-goler menikmati hembusan angin yang bertiup, rimbunnya dedaunan, hijaunya hutan belantara, birunya laut, khas kesukaannya para mudi-muda.
Satu tujuan, waktunya merapihkan desktop di layar monitormu dengan menghapus icon-icon target yang sudah lalu. Biarkan Sang Pangeran dan kuda putihnya berlari kencang untuk mencapai satu tujuan tanpa tergoda oleh tujuan-tujuan yang lain. Rapihkan Desktopmu


Selasa, 03 Juni 2014

Prestasi Terbesar



Prestasi terbesar seorang mahasiswa S1 adalah gelar Sarjananya, khusus untuk program studi di Fakultas Teknik maka gelar tersebut adalah S.T.
Menyelesaikan pendidikan di bangku sarjana artinya sudah siap untuk mengamalkannya.
Mendapatkan gelar tersebut artinya siap untuk mengabdikan ilmunya, entah untuk keluarganya, kemajuan ilmu dan teknologi, masyarakat, perusahaan asing ataupun yang lainnya.

Dimanapun pengabdian tersebut, berjalanlah dengan ilmu yang telah didapat sembari memperdalam ilmunya, mempertajam pikirannya, memperkaya pengalaman. Agar bisa dijadikan bekal untuk menyongsong hidup di masa yang akan datang dan masa yang tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki diri.
Selamat mengemban amanah. Selamat mengikuti aliran sungai kehidupan selanjutnya, para Sarjana. (juga untuk para calon sarjana) 




Senin, 02 Juni 2014

Waktuku Tinggal Sebentar


Seperti menunggu datangnya deburan ombak, sekejap saja 16 ombak sudah terlewatkan.
Waktu terasa berjalan begitu cepat, meninggalkan lambatnya langkahku.
Padahal waktu tidak pernah berubah, 1 hari setara dengan 24 jam, 1 jam setara dengan 60 menit, 1 menit setara dengan 60 detik. Meskipun hitungan waktu astronomis tidak sesederhana itu.
Hari-hari di depan sangat menentukan langkah, setidaknya berkenaan dengan cita-cita.
Meskipun sejatinya tiap hari, bahkan tiap detik, sangat menentukan langkah duniawi maupun kehidupan setelahnya.
Jangan goyah, tegar bagaikan karang, bergerak bagaikan ombak.


Selasa, 18 Februari 2014

Debu-Debu Beterbangan

Debu-debu menjadi pengiring tingkah lakumu di masa-masa ini
Debu-debu menjadi teman setia di kala semangat tak terwujud
Debu-debu menjadi saksi prinsip-prinsip yang dipelajari
Hingga hujan sebagai peneduh lingkungan datang menghampiri
Di kala hujan datang memberi harapan tentang kesejukan
Di kala hujan menjadi titik balik dimana kamu harus segera menuju ke jalan kebenaran
Debu-debu menjadi saksi betapa syukur yang harus diucapkan karena bisa menjadi perantara nikmatnya datangnya hujan, di saat tertanda umurmu yang semakin berkurang
Sudah saatnya berubah, kemudian bertahan di jalan kebenaran


Selasa, 07 Januari 2014

Ngaca-Ngaca


Ngaca-Ngaca
Hatimu masih sangat lusuh, selusuh baju-baju kotormu
Niatmu masih berbelok-belok, seperti rambutmu yang bergelombang
Aura kebaikanmu sama sekali tidak sedap, sebau badanmu setelah capek main futsal
Timbang-timbang
Amalmu masih sangat ringan, seringan timbangan badanmu
Lihat-Lihat
Pemahamanmu masih kacau, sekacau rangkaian kata-kata dalam tulisan maupun ketikkanmu
Jangan hanya Ngaca
Waktunya berusaha, untuk mencuci baju, menyisir rambut bergelombangmu, membersihkan badanmu, menambah berat badanmu dan merapihkan kata-katamu.
Hidup bukan hanya untuk ngaca. Pantaskan diri.

Dia Bercerita

Sebetapa jerih payahnya dalam mengejar cita-citanya.
Dia bercerita
Sebetapa keras ujian hidup yang dia rasakan.
Dia bercerita
Untuk bertahan hidup, dia harus banting tulang ke sana ke mari di usia belianya.
Dia bercerita
Untuk mendapatkan pendidikan yang tinggi ini, dia harus belajar keras, sekeras benda terkeras di dunia ini.
Dia bercerita
Untuk dapat memahami agama, dia harus rajin membaca, tiada bosan menghadiri majelis ilmu dan istiqomah dalam menjalani apa-apa yang sudah dipahaminya.
Dia bercerita
Untuk dapat hidup teratur, dia memulai dari hal-hal kecil yang biasanya terabaikan, menata rapih kamar misalnya.
Dia bercerita
Untuk dapat mempertahankan prinsipnya, dia tidak jenuh walaupun harus menangis setiap saat, menangis di dalam hati maupun sampai meneteskan air mata.
Dia bercerita
Untuk dapat mencapai cita-citanya, tidak hanya dengan duduk manis di situ saja.
Dia bercerita
Untuk dapat menyusun cita-citanya, dia tidak hanya memikirkan hanya dalam satu jam atau dua jam saja, lama, apalagi untuk mewujudkan cita-citanya.
Dia bercerita
Karena cerita tidak hanya bisa didengarkan saja tapi bisa diindera dengan mata, lihat alam semesta.
Belajarlah dari dia, lewat ceritanya baik lewat lisan, tulisan, maupun usahanya.
Hingga tiba suatu masa dimana kamu bisa bercerita seperti dia.

Rabu, 01 Januari 2014

Di Hamparan Ini aku Berada

Di Hamparan Ini aku Berada

Tempat dimana aku menghamparkan janji-janji yang tak tertepati
Dimensi dimana aku berdiri memegang amanah yang terlanjur dikhianati
Lokasi dimana terucap kata-kata yang menyayat hati
Koordinat dimana aku mengumbar perkataan yang selalu dibumbui
Hamparan dimana aku mengoleksi hutang yang tak segera dilunasi

Di hamparan ini,
Mudah sekali aku mengatakan cinta tanpa bisa membuktikannya
Gampang sekali aku bercita-cita tanpa ada perjuangan untuk mewujudkannya
Enak sekali hidupku ini

Di sini aku bersandar,
Melantunkan doa yang penuh dengan nafsu dunia
Beribadah tapi bernafaskan aktivitas belaka
Beribadah tapi masih asyik dengan nafsu-nafsu dunia

Di dunia aku terhampar,
Dimana aku masih diberi waktu untuk bernafas
Agar aku bisa menyiapkan bekal untuk mati

Ampuni aku ya Rabb

Rabu, 04 Desember 2013

Tak Tau tentang Cahaya

Gambar: Senja di Pantai Depok 
Aku tau tentang cahaya. Baik itu Bulan maupun Matahari. Tapi pada kenyataanya aku pun paham bahwa aku telah terjerembab dalam angan-angan kesombongan manusia. Cahaya Bulan dan Matahari adalah rahasia Illahi. Tidak tahu kapankah akan menunjukkan cahayanya untuk menyinari malam bahkan siang hari. Dalam fase Purnama, Bulan tak selamanya bisa  menampakkan pantulan cahaya Matahari. Adakalanya lapisan-lapisan awan tebal menghalanginya. Begitu juga dengan cahaya hidup, cahaya hidup adalah rahasia bagi manusia, manusia tidak bisa menerka-nerka. Tidak tahu yang akan terjadi di kehidupan yang akan menjelang. Yang seharusnya ada adalah bagaimana manusia berusaha untuk menghidupkan cahaya hidupnya, agar bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Atau paling tidak, tidak menjadi peredup cahaya orang lain. Apabila kita tidak bisa memberi manfaat bagi orang lain maupun lingkungan sekitar, setidaknya kita tidak menjadi benalu yang dapat merugikan orang lain. #absurd

Jumat, 29 November 2013

Barisan Para Orang Tua


Melihat barisan orang tua, barisan orang yang selalu setia dengan fajar.
Melihat barisan orang tua, barisan orang yang selalu damai di usia senjanya.
Melihat barisan orang tua, barisan orang yang selalu memancarkan wajah bahagianya.
Melihat barisan orang tua, barisan orang yang tidak khawatir dengan dunia demi akhiratnya.
Melihat barisan orang tua, barisan orang yang tegap dalam gontai langkahnya.

Duh sungguh indahnya barisan orang tua, inspirasi untuk yang muda-muda.
Sungguh indah, dimana yang muda sangat sibuk dengan kehidupan dunianya.
Aku tak tau, apakah setiap yang muda akan sampai di usia tuanya.
Karena umur manusia adalah rahasia, seperti perjalanan harian Sang Surya.

Suatu saat Sang Surya bisa sampai di waktu senja dengan gagahnya.
Suatu saat, di tengah hari Sang Surya sudah tidak nampak karena mendung menutup sinarnya.
Begitupun umur manusia, bisa jadi sampai di usia senjanya.
Atau barangkali, manusia sudah menjadi senja di usia mudanya.
Terpenting adalah menanamkan jiwa spiritual para barisan orang tua di setiap detik usia.

#katakatapengingatjiwa


Kamis, 26 September 2013

Sedikit Bait Tentang Iman

Kalo saja iman ini kuat, pasti tidak akan terperosok
Bagaikan berjalan di jalan yang datar

Klo saja iman ini kuat, pasti tidak akan pernah takut
Bagaikan berada di tempat yang terang

Jiwa ini masih terlalu jauh dengan Sang Pemilik
Hati ini masih terlalu kotor oleh diri sendiri

Ah, diri ini hanya manusia biasa
Masih terlalu mudah untuk tergoda

Hanya usaha yang bisa dilakukan dan doa yang bisa dipanjatkan
Untuk mendapatkan jalan yang datar dan tempat yang terang