Minggu, 24 Juli 2016

Sampai Jumpa (Lagi)





Gambar 1. Patriot Energi 2

Setelah mengikuti proses pendidikan dan pelatihan yang dimulai sejak tanggal 1 Mei 2016, akhirnya Patriot Energi 2 secara resmi mulai diberangkatkan pada siang hari tanggal 16 Juli 2016. Pembukaan maupun penutupan pendidikan dan pelatihan ini agaknya merupakan sesuatu yang ‘spesial’ sampai seorang Bapak Sudirman Said selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral langsung menyambut dan pada akhirnya melepas kami. Proses pelatihan dan pendidikan Patriot Energi 2 merupakan sebuah proses yang panjang dan membahagiakan. Proses pelatihan ini melibatkan banyak dimensi ruang, mulai dari Ciracas, Panaruban, Situ Wanayasa, Cihanjawar, Sukamandi serta Pulau Panjang/Cirebon/Pulo Tunda/Gedangsari, Yogyakarta. Masing-masing dimensi ruang tersebut menyisakan pembelajaran, menorehkan cerita di antara kita bersama.

Perjalanan selama kurang lebih 68 hari tersebut tidak hanya melibatkan dimensi ruang dan waktu saja, ada satu dimensi lagi yang terlibat, yaitu dimensi perasaan. Perasaan ini sangatlah wajar tercipta, bayangkan saja hampir selama 68 hari, kita menjalani hidup bersama, mulai dari bangun tidur, lari sambal terkantuk-kantuk agar tidak telat mengikuti olahraga pagi, terengah-engah saat berangkat apel pagi, perang melawan kantuk saat materi, meneriakkan Indonesia Indonesia Indonesia saat apel penurunan bendera, begadang bersama, kembali tidur lagi. Ohiya, masih ada cerita yang lainnya, yaitu waktu makan pakai omprengan, nyuci omprengan, kena kutu air juga bersama dan masih banyak cerita lain yang terlalu panjang untuk dituliskan di sini. Wajar saja, rutinitas kebersamaan tersebut akhirnya menciptakan rasa persaudaraan yang sangat erat. Semoga saja rasa persaudaaran ini tumbuh kekal tidak hanya sampai jarum jam berhenti berdetak (karena mungkin suatu saat sudah tidak ada lagi jam manual, tergantikan oleh jam digital semua) namun sampai akhir waktu. Bahkan, bagi beberapa Patriot, barangkali banyak yang terlibat dalam dimensi perasaan yang lebih dalam lagi. Tidak hanya sekedar perasaan persaudaraan saja, namun perasaan kagum dan suka terhadap lawan jenis.
Lanjuuut!!!


Sabtu, 16 Juli 2016, pukul 11.00 WIB, sebagian besar rombongan Patriot berangkat dari Kementrian ESDM di Jalan Merdeka Barat menuju Bandara Soekarno-Hatta. Beberapa di antaranya adalah yang akan menuju Mentawai, Natuna, Belitung, Muko-Muko, Makassar, Kendari, Alor-Pantar, beberapa kota di Kalimantan, Maluku Tenggara Barat, Tual, Alor, May Brat, Raja Ampat, Supiori, termasuk kami yang akan terbang menuju Bandar Lampung Tanjung Karang. Sementara, yang lainnya menginap terlebih dahulu di hotel untuk menunggu penerbangan di hari Ahad siang.


Gambar 2. Pak Is, Teh Yulia & Tim Begal (Penempatan Lampung dan Riau, minus Bang Doni)

Sembari menunggu jadwal penerbangan masing-masing rombongan, rombongan yang lain saling memberikan salam perpisahan untuk jumpa kembali. Rombongan Lampung terbang pukul 17.00 WIB melalui terminal 2, sehingga kami memutuskan untuk melakukan boarding pass pada pukul 16.00 WIB. Ada suatu momen ketika kami sudah melakukan boarding pass sekitar pukul 16.40 WIB, sementara rombongan dari Tim Surga Dunia (May Brat, Supiori, Raja Ampat, Maluku Utara) dan Sirih Pinang (Alor dan Pantar) baru sampai di terminal 2, Dirga dan Bang Mario sampai berjuang menerobos masuk ke dalam ruang tunggu kami, entah cara apa yang mereka lakukan sehingga mereka berdua masuk ke dalam ruang tunggu kami. Sebenarnya saya sendiri tidak heran dengan apa yang mereka lakukan, karena ya memang ‘nekad’, ‘edan’ dan ‘gila’ seperti keseharian yang mereka lakukan selama pelatihan. Sayang sekali momen ini tiada dokumentasinya, namun semoga momen ini terdokumentasi abadi di dalam memori ingatan kami.


Gambar 2. 213 (Bang Mario-Dirga-?-Bang Wahid)

Sejatinya, ini bukanlah sekedar perpisahan saja, karena perpisahan adalah upacara untuk menyambut hari-hari penuh rindu (Pidi Baiq, 2016) seperti yang tertulis di status WA Deny jauh-jauh hari sebelum tanggal 16 Juli 2016 ini. Juga, semoga selalu teringat dengan pesan yang diberikan oleh Pak Sudirman Said pada saat pelepasan:
Jaga diri, jaga hati dan jaga harga diri.”
Latihan harus lebih keras daripada dunia nyata.”
Kesulitan di negeri ini hanya bisa dilalui dengan jalan idealisme.”
Sampai jumpa di lain hari, untuk kita bertemu lagi. Ku berharap terbaik untukmu.” (Soekamti, 2016)
 “Di manapun kita berada, kalau kangen, lemesin aja.” (HD Deny Arsita , 2016)

Pesawat pun akhirnya lepas landas dari Soekarno-Hatta. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar