Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Januari 2014

Ngaca-Ngaca


Ngaca-Ngaca
Hatimu masih sangat lusuh, selusuh baju-baju kotormu
Niatmu masih berbelok-belok, seperti rambutmu yang bergelombang
Aura kebaikanmu sama sekali tidak sedap, sebau badanmu setelah capek main futsal
Timbang-timbang
Amalmu masih sangat ringan, seringan timbangan badanmu
Lihat-Lihat
Pemahamanmu masih kacau, sekacau rangkaian kata-kata dalam tulisan maupun ketikkanmu
Jangan hanya Ngaca
Waktunya berusaha, untuk mencuci baju, menyisir rambut bergelombangmu, membersihkan badanmu, menambah berat badanmu dan merapihkan kata-katamu.
Hidup bukan hanya untuk ngaca. Pantaskan diri.

Dia Bercerita

Sebetapa jerih payahnya dalam mengejar cita-citanya.
Dia bercerita
Sebetapa keras ujian hidup yang dia rasakan.
Dia bercerita
Untuk bertahan hidup, dia harus banting tulang ke sana ke mari di usia belianya.
Dia bercerita
Untuk mendapatkan pendidikan yang tinggi ini, dia harus belajar keras, sekeras benda terkeras di dunia ini.
Dia bercerita
Untuk dapat memahami agama, dia harus rajin membaca, tiada bosan menghadiri majelis ilmu dan istiqomah dalam menjalani apa-apa yang sudah dipahaminya.
Dia bercerita
Untuk dapat hidup teratur, dia memulai dari hal-hal kecil yang biasanya terabaikan, menata rapih kamar misalnya.
Dia bercerita
Untuk dapat mempertahankan prinsipnya, dia tidak jenuh walaupun harus menangis setiap saat, menangis di dalam hati maupun sampai meneteskan air mata.
Dia bercerita
Untuk dapat mencapai cita-citanya, tidak hanya dengan duduk manis di situ saja.
Dia bercerita
Untuk dapat menyusun cita-citanya, dia tidak hanya memikirkan hanya dalam satu jam atau dua jam saja, lama, apalagi untuk mewujudkan cita-citanya.
Dia bercerita
Karena cerita tidak hanya bisa didengarkan saja tapi bisa diindera dengan mata, lihat alam semesta.
Belajarlah dari dia, lewat ceritanya baik lewat lisan, tulisan, maupun usahanya.
Hingga tiba suatu masa dimana kamu bisa bercerita seperti dia.

Rabu, 01 Januari 2014

Di Hamparan Ini aku Berada

Di Hamparan Ini aku Berada

Tempat dimana aku menghamparkan janji-janji yang tak tertepati
Dimensi dimana aku berdiri memegang amanah yang terlanjur dikhianati
Lokasi dimana terucap kata-kata yang menyayat hati
Koordinat dimana aku mengumbar perkataan yang selalu dibumbui
Hamparan dimana aku mengoleksi hutang yang tak segera dilunasi

Di hamparan ini,
Mudah sekali aku mengatakan cinta tanpa bisa membuktikannya
Gampang sekali aku bercita-cita tanpa ada perjuangan untuk mewujudkannya
Enak sekali hidupku ini

Di sini aku bersandar,
Melantunkan doa yang penuh dengan nafsu dunia
Beribadah tapi bernafaskan aktivitas belaka
Beribadah tapi masih asyik dengan nafsu-nafsu dunia

Di dunia aku terhampar,
Dimana aku masih diberi waktu untuk bernafas
Agar aku bisa menyiapkan bekal untuk mati

Ampuni aku ya Rabb

Rabu, 04 Desember 2013

Tak Tau tentang Cahaya

Gambar: Senja di Pantai Depok 
Aku tau tentang cahaya. Baik itu Bulan maupun Matahari. Tapi pada kenyataanya aku pun paham bahwa aku telah terjerembab dalam angan-angan kesombongan manusia. Cahaya Bulan dan Matahari adalah rahasia Illahi. Tidak tahu kapankah akan menunjukkan cahayanya untuk menyinari malam bahkan siang hari. Dalam fase Purnama, Bulan tak selamanya bisa  menampakkan pantulan cahaya Matahari. Adakalanya lapisan-lapisan awan tebal menghalanginya. Begitu juga dengan cahaya hidup, cahaya hidup adalah rahasia bagi manusia, manusia tidak bisa menerka-nerka. Tidak tahu yang akan terjadi di kehidupan yang akan menjelang. Yang seharusnya ada adalah bagaimana manusia berusaha untuk menghidupkan cahaya hidupnya, agar bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Atau paling tidak, tidak menjadi peredup cahaya orang lain. Apabila kita tidak bisa memberi manfaat bagi orang lain maupun lingkungan sekitar, setidaknya kita tidak menjadi benalu yang dapat merugikan orang lain. #absurd

Jumat, 29 November 2013

Barisan Para Orang Tua


Melihat barisan orang tua, barisan orang yang selalu setia dengan fajar.
Melihat barisan orang tua, barisan orang yang selalu damai di usia senjanya.
Melihat barisan orang tua, barisan orang yang selalu memancarkan wajah bahagianya.
Melihat barisan orang tua, barisan orang yang tidak khawatir dengan dunia demi akhiratnya.
Melihat barisan orang tua, barisan orang yang tegap dalam gontai langkahnya.

Duh sungguh indahnya barisan orang tua, inspirasi untuk yang muda-muda.
Sungguh indah, dimana yang muda sangat sibuk dengan kehidupan dunianya.
Aku tak tau, apakah setiap yang muda akan sampai di usia tuanya.
Karena umur manusia adalah rahasia, seperti perjalanan harian Sang Surya.

Suatu saat Sang Surya bisa sampai di waktu senja dengan gagahnya.
Suatu saat, di tengah hari Sang Surya sudah tidak nampak karena mendung menutup sinarnya.
Begitupun umur manusia, bisa jadi sampai di usia senjanya.
Atau barangkali, manusia sudah menjadi senja di usia mudanya.
Terpenting adalah menanamkan jiwa spiritual para barisan orang tua di setiap detik usia.

#katakatapengingatjiwa


Kamis, 26 September 2013

Sedikit Bait Tentang Iman

Kalo saja iman ini kuat, pasti tidak akan terperosok
Bagaikan berjalan di jalan yang datar

Klo saja iman ini kuat, pasti tidak akan pernah takut
Bagaikan berada di tempat yang terang

Jiwa ini masih terlalu jauh dengan Sang Pemilik
Hati ini masih terlalu kotor oleh diri sendiri

Ah, diri ini hanya manusia biasa
Masih terlalu mudah untuk tergoda

Hanya usaha yang bisa dilakukan dan doa yang bisa dipanjatkan
Untuk mendapatkan jalan yang datar dan tempat yang terang

Jumat, 23 Agustus 2013

Gugusan Bintang di Malam Hari


Gugusan Bintang keluar di malam hari, menghiasi langit tiada bertepi. Hanya pandangan kita saja yang bertepi. Ketika pantulan sinar oleh Bulan datang menghampiri malam, kilauan Bintang pun tampak memudar. Itulah kehendak alam, tetap indah. Pantulan sinar dari Sang Rembulan tetap indah dipandang. Semoga kita bisa mengikuti kehendak alam tersebut, dengan mengganti cahaya kebaikan yg satu dengan cahaya kebaikan yang lainnya. Seperti kilauan Bintang yang digantikan oleh pantulan sinar oleh Sang Rembulan.