Senin, 29 Februari 2016

7 Kiprah Semen Padang yang Perlu Kita Ketahui


“Semen Padang”, begitu nama itu sering terdengar, lebih sering dikaitkan dengan Semen Padang Football Club yang berkiprah dalam persepakbolaan dalam negeri. Betul sekali, bahwa dalam lesunya gairah persepakbolaan di tanah air dan riuhnya drama tarik ulur antara beberapa kelompok dalam kepengurusan sepak bola di Indonesia, Semen Padang FC tetap stabil dan berdiri kokoh dalam mengaruhi persepakbolaan di Indonesia. Bahkan, beberapa kali tim yang berjuluk Kabau Sirah, tim kebanggaan masyarakat Sumatera Barat tersebut, mampu mencapai prestasi yang cukup membanggakan, misalnya keberhasilan dalam mencapai final Turnamen Jendral Sudirman Cup pada beberapa waktu yang lalu.
Menilik lebih jauh ke belakang, Semen Padang FC sangat erat kaitannya dengan pelopor industri semen di Indonesia, yaitu PT Semen Padang. Banyak kiprah yang telah dicapai oleh PT Semen Padang setidaknya sampai sekarang ini. Lalu, apa saja kiprah Semen Padang yang telah berhasil ditorehkan? Berikut 7 kiprah Semen Padang yang perlu kita ketahui.
1. Pabrik Semen Tertua di Indonesia
Semen Padang adalah perusahaan semen yang tergabung dalam Grup Semen Indonesia bersama dengan Semen Tonasa, Semen Gresik dan Than Long Cement, Vietnam. Sebelum Indonesia menyatakan kemerdekaannya, pabrik ini sudah terbangun dan terlibat dalam pembangunan infrastruktur yang ada di Indonesia. Walaupun pada masa sebelum diambil oleh Pemerintah Indonesia, pabrik ini dimanfaatkan oleh Belanda maupun Jepang untuk mendukung penjajahannya di Bumi Pertiwi. Semen Padang telah memiliki 5 pabrik yang terletak di Indarung, Sumatera Barat. Pada saat ini, Semen Padang sedang membangun Pabrik Indarung VI untuk meningkatkan kapasitas produksinya.
PT Semen Padang merupakan pabrik semen pertama di Indonesia, bahkan Asia Tenggara, yang berdiri pada tanggal 18 Maret 1910 dengan nama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappij (NV NIPCM). Pabrik ini didirikan pada masa pendudukan Belanda dengan maksud untuk mendukung pembangunan yang dilakukan Belanda pada saat itu. Seiring dengan kemerdekaan yang diraih oleh Indonesia, pabrik semen ini pun akhirnya dinasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia pada 5 Juli 1958 dari Pemerintah Belanda. Sekarang ini pabrik ini tergabung dalam Semen Indonesia grup yang 51,01 % sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.

2. Salah Satu Warisan Peninggalan Kolonial Belanda di Sumatera Barat
Ada empat warisan Belanda yang sangat berpengaruh pada perkembangan ekonomi Sumatra Barat. Keempat warisan itu adalah, PT Semen Padang, Pelabuhan Teluk Bayur, Tambang batubara di Ombilin, dan jaringan jalan kereta api. Keempatnya, menjadi pilar transformasi sosiologis dan kultural yang dialami masyarakat sekitar satu abad silam.

3. Pabrik Semen Pengguna Teknologi WHRPG (Waste Heat Recovery Power Generation) Pertama di Indonesia
Semen Padang merupakan pabrik semen pertama yang menerapkan teknologi WHRPG. WHRPG adalah pemanfaatan gas buang yang sudah tidak dipergunakan lagi di pabrik untuk digunakan dalam membangkitkan energi listrik. Konsep yang diterapkan adalah selain mengurangi energi, limbah udara, juga memanfaatkan untuk membangkitkan energi listrik. Dengan menggunakan konsep teknologi seperti ini, penggunaan listrik oleh Semen Padang kini terdiri dari 79,9% berasal dari PLN, sisanya berasal dari instalasi baru, dengan biaya penggunaan listrik turun dari 15,3% dari total biaya menjadi 12,7% dari total biaya. Potensi penghematan yang dapat diperoleh dari operasional WHRPG tersebut sekitar 10 persen dari kebutuhan operasional unit listrik di pabrik Semen Padang dan mereduksi emisi gas CO2 sebesar 43.000 ton pertahun. WHRPG yang dibangun di pabrik Semen Padang diresmikan pada tanggal 26 Oktober 2012 oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat, yang sekaligus menandai keberhasilan Semen Indonesia Group dalam pembanfaatan panas gas buang sebagai sumber energi pembangkit listrik.

4. Kapasitas Produksi Semen Padang yang terus meningkat
Dalam rangka memenuhi kebutuhan semen di Indonesia, Semen Padang terus meningkatkan kapasitas produksinya. Kapasitas produksi Semen Padang adalah 6,3 juta ton pada tahun 2010, 9,257 juta ton pada tahun 2015, dan memiliki target  adalah 20 juta ton pada tahun 2030.  Pada tahun 2015, Semen Padang menguasai 12,3 % dari total produksi semen di dalam negeri atau produsen semen terbesar ke 4 di Indonesia. Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksinya, beberapa proyek pembangunan yang dilakukan oleh Semen Padang adalah  Proyek Indarung VI, Cement Mill Dumai, dan Packing Plant Lampung.

5. Semen Padang FC, salah satu klub sepakbola Era Galatama yang masih aktif hingga sekarang
Semen Padang FC merupakan klub yang dimiliki oleh PT Semen Padang. Klub ini berdiri pada tanggal 30 November 1980. Semen Padang FC, selain dengan Barito Putra dan Arema Malang, merupakan klub era Galatama yang masih eksis hingga sekarang. Ada beberapa klub Era Galatama yang masih ada, namun sudah mengalami berbagai pergantian nama. Perlu diketahui bahwa Galatama (Liga Sepak bola Utama) adalah sebuah liga sepak bola semi profesional pertama di Indonesia sebelum diganti Liga Indonesia pada tahun 1994. Liga Galatama ini adalah pohon sepak bolanya profesional Indonesia sedangkan akar sepakbola Indonesia adalah Kompetisi Perserikatan. Beberapa prestasi yang berhasil diraih oleh Semen Padang FC adalah Juara Piala Galatama tahun 1992, Juara Liga Primer Indonesia (LPI) Tahun 2011, Finalis Piala Indonesia Tahun 2011 serta Finalis Jenderal Sudirman Cup Tahun 2015.

6. 16 Penghargaan Nasional maupun Internasional Sepanjang 2015
Sepanjang tahun 2015, setidaknya Semen Padang berhasil meraih 16 penghargaan, baik penghargaan dalam lingkup nasional maupun internasional. Penghargaan tersebut juga meliputi berbagai bidang, misalnya dalam pengembangan bisnis, kearsipan, kepedulian lingkungan maupun dalam inovasi sistem maupun produk. Beberapa penghargaan tersebut antara lain: predikat bronze untuk kategori Strategic Marketing dan Tactical Marketing pada ajang BUMN Marketeers Awards 2015; Akreditasi A (sangat baik) untuk penyelenggaraan kearsipan tingkat nasional; Penghargaan Peduli Pengelolaan Lingkungan Hidup dari Pemkot Padang; Predikat Bronze pada ajang International Convention on Quality Control Circles Korsel; Penghargaan Encouragement pada Asia Pacific Quality Organization International Conference 2015; serta Penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian RI.

7. Nihil Kecelakaan Kerja Selama Januari 2016
Selama Januari 2016, PT Semen Padang berhasil meraih nihil kecelakaan. Prestasi ini membuat kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PT Semen Padang pada Januari 2016 sangat baik, yang terlihat dari data Recordable Incident Rate (RIR) atau Severity Rate (SR) dan Frequency Rate (FR) yang  nihil/zero. Upaya peningkatan keselamatan kerja terus ditingkatkan oleh Semen Padang. Secara rutin, Semen Padang melakukan Kampanye bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional dan bulan Mutu Semen Padang. Upaya tersebut dilakukan dalam rangka untuk mengurangi angka kecelakaan kerja dalam operasional pabrik.

Demikian 7 kiprah Semen Padang yang patut kita ketahui sebagai sebuah aset yang dimiliki oleh Indonesia.

#kami telah berbuat sebelum yang lain memikirkannya
#wisatagreenindustry





Referensi:
[1] “Sejarah Singkat PT Semen Padang”. Diakses dari: http://www.infosumbar.net/berita/berita-sumbar/sejarah-singkat-pt-semen-padang/ pada tanggal 3 Februari 2016.
[2] “Proyek WHRPG Hemat Energi Sekaligus Melestarikan Lingkungan”. Diakses dari: http://www.semenindonesia.com/blog/blog/proyek-whrpg-hemat-energi-sekaligus-melestarikan-lingkungan/ pada tanggal 2 Februari 2016.
[3] “Statistik Semen Nasional”. Diakses dari: http://investasiinfrastruktur.net/semen.php?halaman=produksi pada tanggal 29 Februari 2016.
[4] “Semen Padang FC”. Diakses dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Semen_Padang_FC pada tanggal 29 Februari 2016.
[5] “Semen Padang Catatkan Kinerja Baik pada 2015”. Diakses dari: http://sumbar.antaranews.com/berita/167842/semen-padang-catatkan-kinerja-baik-pada-2015.html
[6] ”Semen Padang Target Produksi 20 Juta Ton pada 2030”. Diakses dari: http://www.antaranews.com/berita/481746/semen-padang-target-produksi-20-juta-ton-2030 pada tanggal 29 Februari 2016.

Kamis, 11 Februari 2016

Konservasi Energi di Semen Padang



Sekarang ini, promosi maupun aksi mengenai konservasi energi sedang gencar-gencarnya dilakukan. Usaha tersebut dilakukan baik oleh instansi Pemerintah, Swasta maupun masyarakat. Konservasi merupakan suatu kebutuhan baik bagi perumahan, perkantoran maupun industri. Kemudian, apa yang dimaksud dengan konservasi energi?

Konservasi energi adalah upaya penggunaan energi secara bijaksana sesuai dengan kebutuhan sehingga pemborosan dapat dihindari. Konservasi energi sangat erat kaitannya dengan penghematan energi. Dalam konservasi energi, penghematan penggunaan energi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan. Misalnya, dalam proses produksi semen, produk yang dihasilkan memiliki kualitas dan kuantitas yang sama bahkan lebih baik dan banyak jika dibandingkan sebelum diadakan usaha konservasi energi. Usaha konservasi energi penting dilakukan dengan pertimbangan bahwa:
1. Energi fosil yang banyak dipakai oleh masyarakat dunia semakin hari cadangannya semakin menipis.
2. Mengurangi pencemaran lingkungan akibat penggunaan energi fosil.
3. Mengurangi beban biaya subsidi dalam pengadaan energi fosil.
4. Mengurangi biaya produksi akibat penggunaan energi yang tidak efisien.

Sementara itu, berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2009 tentang Konservasi Energi, konservasi energi adalah upaya sistematis, terencana, dan terpadu guna melestarikan sumber daya energi dalam negeri serta meningkatkan efisiensi. Konservasi energi bisa dilakukan dengan penggantian alat-alat konvensional dengan alat-alat yang lebih hemat energi maupun dengan cara membenahi manajemen energi.

Semen Padang sebagai perusahaan penghasil semen yang terletak di Indarung, Sumatera Barat, telah melakukan berbagai usaha konservasi energi dalam proses produksinya maupun dalam operasional kantornya. Beberapa langkah konservasi energi yang telah dilaksanakan oleh Semen Padang adalah sebagai berikut.

1. Pemanfaatan Motor Efisiensi Tinggi

Beberapa proses dalam pembuatan semen membutuhkan alat yang digerakkan oleh motor penggerak. Penggantian motor konvensional dengan motor berefisiensi tinggi berpotensi untuk menghemat penggunaan energi sebesar 5 %.

2. Penurunan Suhu Exit Preheater di Kiln

Penurunan suhu dilakukan karena terdapat perbedaan suhu operasi keluaran preheater kiln sebesar 7 oC dengan suhu rancangan. Kondisi ini menyebabkan penggunaan batubara yang berlebih dibandingkan dengan rancangan. Penurunan suhu tersebut dapat menghemat biaya operasional sebesar Rp. 462.000.000,00 per bulan.

3. Pemanfaatan Biomassa untuk Kiln

Batubara merupakan bahan bakar utama di industri semen, khususnya dalam proses yang membutuhkan energi panas. Peran batubara dapat digantikan dengan biomasa yang berasal dari sekam padi, tatal atau limbah karet, serbuk gergaji, kertas bekas. Salah satu proses yang membutuhkan energi panas dalam jumlah besar adalah proses yang terjadi di kiln, sehingga pemanfaatan biomassa pada kiln dapat membantu mengurangi penggunaan batubara. Penggunaan biomassa berbasis pemanfaatan limbah merupakan salah satu langkah konservasi energi dengan menggunakan energi terbarukan.

4. Efisiensi dan Konservasi Energi di Industri Semen – Studi kasus Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) di Semen Padang

Kegiatan efisiensi dan konservasi energi di Semen Padang merupakan sebuah kegiatan yang sudah berjalan dengan bantuan dari Pemerintah Jepang (NEDO) bekerja sama dengan Kementrian Perindustrian. Kegiatan energi efisiensi ini adalah kegiatan yang memanfaatkan gas buang yang sudah tidak dipergunakan lagi di pabrik. Konsep yang diterapkan adalah selain mengurangi energi, limbah udara, juga memanfaatkan untuk membangkitkan energi listrik. Industri Semen Padang ini memanfaatkan energi listrik dari gas buang. Dengan menggunakan konsep teknologi seperti ini, penggunaan listrik oleh Semen Padang kini terdiri dari 79,9% berasal dari PLN, sisanya berasal dari instalasi baru, dengan biaya penggunaan listrik turun dari 15,3% dari total biaya menjadi 12,7% dari total biaya. Dengan adanya kegiatan konversi energi seperti ini, Semen Padang berniat untuk me-replikasi kegiatan ini, baik di 3 pabrik lama yang sudah ada, maupun untuk yang sama sekali baru.

Kegiatan konservasi yang telah dilakukan oleh Semen Padang, di samping memberikan keuntungan dalam menekan biaya operasional penggunaan energi, juga menghadirkan berbagai pengharggan. Beberapa di antaranya adalah juara I Penghargaan Efisiensi Energi Nasional Tahun (PEEN) 2014 untuk kategori Manajemen Energi di Industri dan Bangunan Gedung dengan sub kategori Industri Besar dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pemenang penghargaan Asean Energy Awards 2014, penghargaan Rintisan Teknologi dan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian.

Pada akhirnya, semoga segala upaya konservasi yang telah dilakukan oleh Semen Padang maupun beberapa perusahaan lainnya dapat menginspirasi perusahaan yang lain agar bergerak dalam usaha konservasi energi. Terlebih, usaha konservasi energi tidak hanya memberikan keuntungan bagi lingkungan, namun juga memberikan dampak positif dalam penekanan biaya operasional perusahaan.

Sumber:
[1] Best Practice Model Kegiatan Energi Efisiensi di Indonesia. Diakses dari: http://www.iesr.or.id/2012/03/best-practice-model-kegiatan-energi-efisiensi-di-indonesia pada tanggal 1 Februari 2016.
[2] Dirjen EBTKE Kementrian ESDM. 2014. Profil Investasi Efisiensi Energi 2013. Jakarta: Kementrian ESDM.
[3] Semen Padang Raih Pengharggan Efisiensi Energi 2014. Diakses dari: http://www.semenpadang.co.id/?mod=berita&kat=&id=1142 pada tanggal 11 Februari 2016.




Kamis, 12 November 2015

Cara Membuat Akun Premium Duel Otak

Duel yang dimaksud dalam artikel ini bukanlah seperti duel-duel lainnya yang menggunakan fisik dan tenaga. Duel otak merupakan sebuah permainan pada perangkat android berupa ketepatan dalam menjawab pertanyaan bertipe multiple choice dengan empat pilihan jawaban. Permaian ini hampir mirip dengan kuis “Who Wants to be a millionaire?”. Permainan ini dikembangkan oleh FEO Media yang berasal dari Swedia, bukan dari Indonesia. Duel Otak juga tersedia dalam 21 versi lainnya, berbeda-beda tiap negara. Misalnya: QuizClash di Amerika Serikat, Australia maupun Inggris. Permainan ini semakin seru karena kita diadu dengan orang lain untuk menjawab pertanyaan. Banyak ragam tema yang bisa dipilih untuk berduel menjawab pertanyaan dengan lawan, misal: jelajah ilmu, olahraga dan permainan, teknologi, iman dan kepercayaan, flora dan fauna, kuliner dan lainnya. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut, lebih baik bagi yang punya perangkat android segera mengunduhnya dari Playstore. Pasanglah dan mainkanlah "Duel Otak".

Versi yang diunduh dari Playstore adalah versi biasa. Ada beberapa fasilitas yang tidak didapatkan ketika menggunakan versi ini, misalnya: ganti avatar, melihat statistik permainan serta bisa melakukan duel yang tak terbatas dalam waktu yang sama. Untuk mendapatkan fasilitas tersebut, Duel Otak menawarkan versi premium dengan cara membayar sebesar 23.000. Waaah harus membayar? Jangan khawatir, ternyata ada cara untuk mendapatkan versi premium secara gratis. Caranya adalah sebagai berikut.




1. Buka laman berikut ini.

2. Isi akun Duel otak yang sudah dibikin pada kolom yang disediakan.

3. Share di beranda Facebook. Jangan lupa untuk mengubah format share-nya menjadi "Public"



Tunggu beberapa saat, maka akun Anda berubah menjadi versi premium.
Tampilan berikut merupakan Duel Otak dalam versi biasa. Kepala masih plontos dan kulit wajahnya masih biru. :p


Berikut merupakan tampilan beranda versi premium, avatar sudah bisa diganti serta statistik permainan sudah bisa dilihat.




Gambar berikut ini merupakan tampilan dalam desain avatar. Terlihat lebih guanteng daripada versi kepala biru plontos. Bahkan, barangkali lebih ganteng dari foto asli yang punya blog. 



Akhirnyaaa, mari berduel!!!


Kamis, 17 September 2015

Bersahabat dengan Kemacetan: sebuah Upaya dalam Menghadapi Kemacetan di Jakarta


Gambar 1. Ilustrasi Kondisi Kemacetan

Menghadapi kemacetan merupakan pekerjaan sehari-hari bagi para buruh, karyawan kantoran, pejabat maupun anak sekolah di jalanan Jakarta. Berbicara tentang kemacetan adalah sesuatu yang rumit. Mengurai kemacetan juga bukan merupakan sesuatu yang mudah. Berdasarkan data Polda Metro Jaya, setiap hari terdapat 12 juta kendaraan bermotor yang melintas di jalanan Jakarta. Belum lagi, rata-rata pertumbuhan kendaraan per hari mencapai 1.130 unit. Pertambahan kendaraan tersebut ternyata tidak diimbangi dengan ketersediaan volume jalanan  yang tidak bertambah secara signifikan. Hal tersebut tentunya mengindikasikan bahwa ‘macet’ tidak bisa diatasi dalam jangka waktu yang singkat. Artinya, mau tidak mau, masyarakat yang beraktivitas di Jakarta harus menghadapi fenomena kemacetan dalam jangka waktu yang tidak bisa ditentukan.
Tentunya, berbagai pihak, khususnya Pemerintah melakukan berbagai macam upaya dalam mengatasi kemacetan tersebut. Mulai dari membuat peraturan tentang lalu lintas di Jakarta, membuat kebijakan penekanan pertumbuhan kendaraan bermotor, meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana transportasi umum, menambah ruas jalanan dan lain sebagainya. Usaha tersebut tentunya membutuhkan waktu yang tidak singkat. Oleh karena itu, masyarakat harus menghadapi kemacetan, sembari menunggu usaha dalam menyelesaikan kemacetan dapat direalisasikan dengan tuntas. 
Lalu bagaimana cara untuk menghadapi kemacetan tersebut? Emosi yang meledak-ledak akibat kemacetan tentunya bukan merupakan sebuah solusi. Secara bijaksana, “Bersahabat dengan Kemacetan” merupakan salah satu yang bisa ditawarkan dalam menghadapi kemacetan tersebut. “Bersahabat dengan Kemacetan” bertujuan agar para pengguna jalan dapat terbiasa menghadapi kondisi kemacetan dengan sabar dan santun sehingga semua pengguna jalan dapat sampai di tujuan masing-masing dengan selamat.
Di lain pihak, Traffic Management Centre (TMC) Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya (TMC Ditlantas Polda Metro Jaya) memiliki tugas untuk mengatur lalu lintas di jalanan Jakarta. ‘Mengurai kemacetan’ merupakan sebuah rutinitas bagi para anggota Ditlantas Polda Metro Jaya, khususnya di jam-jam padat lalu lintas seperti berangkat dan pulang kantor. Lalu apa saja yang bisa dilakukan oleh para anggota Ditlantas Polda Metro Jaya dalam rangka membantu masyarakat bersahabat dengan kemacetan?
Beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh polisi dalam mendukung upaya tersebut adalah sebagai berikut.
Prakemacetan: Yang pertama adalah bagaimana caranya agar bisa terhindar dari kemacetan, misalnya berangkat sebelum atau setelah jam kemacetan biasa terjadi atau memilih menggunakan transportasi umum untuk meminimalisir kemacetan. Tahap selanjutnya adalah sosialisasi kepada masyarakat mengenai kondisi kemacetan yang akan dihadapi melalui pertemuan langsung atau melalui social media. Sosialisasi melalui social media merupakan salah satu hal yang efektif dikarenakan kebanyakan masyarakat ibu kota adalah pengguna aktif social media, seperti: Facebook, Twitter, Instagram, Line dan lain-lain. Dengan sosialisasi pra menghadapi kemacetan maka para pengendara akan memilih untuk tidak menghadapi kemacetan atau kalaupun terpaksa untuk menghadapi kemacetan maka bisa menghadapi dengan kepala dingin.
Saat kemacetan: Memberikan informasi yang update mengenai kondisi kemacetan di beberapa titik. Langkah ini bisa dilakukan melalui social media yang dimiliki TMC Polda Metro Jaya, seperti: akun Facebook dan Twitter. Cara yang lain adalah dengan update informasi melalui pos-pos pengaturan lalu lintas. Satu hal yang sangat penting pada saat pengaturan lalu lintas adalah memberikan pelayanan yang santun nan tegas dalam mengatur kemacetan. Hal ini sangat penting agar tidak memicu emosi yang meledak di antara para pengguna jalanan. Pelayanan yang santun nan tegas pada akhirnya akan mendukung upaya “Bersahabat dengan Kemacetan”.
Pascakemacetan: Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan penghargaan bagi pengendara teladan, memberikan sanksi bagi pengendara yang menyebabkan kemacetan. Upaya ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan peralatan dokumentasi seperti CCTV maupun pengamatan secara langsung oleh para Polisi yang sedang bertugas di jalanan.
Dengan beberapa langkah yang bisa dilakukan Polisi tersebut maka selanjutnya diharapkan para pengguna jalanan Jakarta siap untuk menghadapi apapun kondisinya, termasuk jika terjadi kemacetan. Para pengguna jalan dapat mempersiapkan dengan baik, seperti: perlengkapan keamanan dalam berkendara, manajemen waktu perjalanan, alternatif rute perjalanan, sabar dalam menghadapi kemacetan. Walaupun Jakarta dianugerahi sebagai kota yang paling tidak bersahabat di seluruh dunia salah satunya dikarenakan oleh kemacetan, namun tidak mungkin bagi masyarakat yang beraktivitas di Jakarta harus meninggalkan kota tersebut hanya karena kemacetan. Oleh karena itu, mari mulai bersahabat dengan kemacetan.


Gambar 2. Selamat HUT Lalu Lintas ke 60

Jumat, 21 Agustus 2015

Peran Generasi ‘Berenergi’ dalam Energi Terbarukan dan Konservasi Energi



Kebutuhan energi semakin hari semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah manusia. Seperti diketahui bahwa pada saat ini sumber energi yang digunakan, baik untuk sektor transportasi maupun untuk pembangkitan energi listrik, didominasi oleh energi fosil. Energi fosil merupakan sumber energi tak terbarukan sehingga pada masa mendatang energi tersebut akan habis. Beberapa energi tak terbarukan tersebut antara lain: minyak bumi, gas dan batubara. Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa cadangan minyak bumi, gas dan batubara yang ada di Indonesia secara berturut-turut hanya akan bertahan sampai pada tahun 2023, 2066 dan 2205. Padahal, sumber daya energi tersebut bukan hanya milik generasi pada saat ini, melainkan untuk generasi berikutnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menghemat penggunaan energi tak terbarukan maupun upaya untuk mencari energi alternatif dari energi fosil. Upaya tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu: usaha konservasi energi dan usaha penggunaan energi terbarukan sebagai energi alternatif.
Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat bervariatif dan melimpah. Beberapa jenis energi tersebut adalah energi surya, angin, mikrohidro, bioenergi, energi berbasis kelautan, panas bumi dan lain-lain. Berbagai upaya telah banyak dilakukan oleh Pemerintah, Industri, Perguruan Tinggi maupun masyarakat dalam implementasi penggunaan energi terbarukan, misal: penerangan jalan umum berbasis energi surya di Perkotaan, Solar Home System di daerah terpencil maupun instalasi biogas kotoran hewan di area peternakan.
Sementara itu, konservasi energi adalah upaya penggunaan energi secara bijaksana sesuai dengan kebutuhan sehingga pemborosan dapat dihindari. Pada dasarnya, kegiatan konservasi energi lebih mudah untuk diimplementasikan jika dibandingkan dengan pembuatan pembangkit energi baru. Upaya konservasi energi dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk, misalnya penghematan dalam skala gedung, rumah tangga sampai pada tataran individu.
Dalam rangka untuk mewujudkan pemanfaatan energi terbarukan maupun usaha konservasi energi, diperlukan upaya kerjasama yang baik dari berbagai pihak, yaitu antara Pemerintah, Industri dan Masyarakat. Masyarakat merupakan pihak yang secara langsung menggunakan energi. Oleh karena itu, masyarakat perlu mendapatkan perhatian khusus dalam penggunaan energi. Pemuda sebagai generasi yang hidup dan tumbuh dalam kehidupan masyarakat merupakan salah satu unsur yang bisa menjadi agen dalam upaya penggunaan energi di kehidupan masyarakat. Pemuda dapat mengambil peran penting dalam upaya pengembangan energi terbarukan maupun usaha konservasi energi.
Beberapa peran yang bisa dilakukan oleh Pemuda dalam usaha konservasi dan penggunaan energi terbarukan adalah sebagai berikut.

Gambar 2. Gambaran Peran Pemuda dalam 
Penggunaan Energi Terbarukan dan Upaya Konservasi Energi

1. Upaya Konservasi Energi

Sasaran utama dalam kampanye konservasi energi adalah masyarakat perkotaan karena hampir seluruh masyarakat perkotaan di Indonesia mendapatkan akses dari jaringan listrik PLN. Oleh karena itu, kampanye pada pentingnya perilaku hemat energi dalam kehidupan sehari-hari harus selalu dilakukan. Perilaku hemat energi yang dimaksud adalah penggunaan peralatan listrik sesuai dengan kebutuhannya. Contohnya adalah mematikan lampu, televisi dan AC pada saat tidak digunakan. Berikutnya adalah mengenai penggunaan peralatan listrik yang hemat energi, seperti penggunaan lampu berbasis LED di rumah-rumah. Walaupun harga lampu hemat energi berbasis LED relatif lebih mahal dibandingkan dengan lampu-lampu konvensional, penggunaan lampu hemat energi dalam jangka panjang akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar karena biaya penggunaan lampu LED lebih murah. Selain itu, Pemuda dapat menjadi pelopor dalam mencontohkan perilaku hemat energi sebagai suatu usaha konservasi dalam lingkup sekecil mungkin di rumah sendiri.

2. Pendampingan Program Energi Terbarukan

Seperti yang sudah disampaikan pada paragraf kedua, di Indonesia sudah terdapat banyak instalasi energi terbarukan baik dengan skala besar, menengah maupun kecil. Khusus dalam penggunaan energi terbarukan dalam skala kecil, biasanya penggunanya adalah masyarakat yang terletak di daerah yang tidak terjangkau oleh jaringan listrik PLN. Lokasi tersebut identik dengan lokasi pulau kecil dan sangat jauh, aksesnya susah dan daerah perbatasan. Beberapa instalasi energi terbarukan tersebut adalah Solar Home System (SHS). SHS merupakan pembangkit listrik tenaga surya untuk skala rumah. Umumnya, SHS bisa digunakan untuk penerangan pada malam hari. Program ini biasanya berasal dari bantuan Pemerintah maupun program bantuan sosial dari perusahaan. Dalam pelaksanaannya, sering kali masyarakat tidak dibekali dan didampingi dengan baik dalam hal penggunaan dan perawatan SHS yang diberikan. Akibatnya adalah SHS yang ada di masyarakat tidak dapat beroperasi dengan optimal dan tidak bisa digunakan sesuai dengan usia hidup yang semestinya. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya dalam pendampingan masyarakat dalam persiapan, pemasangan, maupun penggunaan SHS. Dalam hal ini, pemuda bisa dilibatkan untuk mendampingi masyarakat dari persiapan sampai penggunaan SHS. Pemuda ini bisa berasal dari daerah setempat maupun daerah lain. Pada akhirnya, diharapkan instalasi energi terbarukan yang ada di masyarakat dapat beroperasi dengan baik sesuai waktu hidup dari peralatan.

3. Inovasi

Pemuda merupakan masa dimana kemampuan kreativitasnya masih sangat tinggi. Hal ini dapat dimanfaatkan dengan mendorong pemuda untuk berinovasi di bidang teknologi pemanfaatan energi terbarukan maupun teknologi konservasi energi. Upaya ini diutamakan bagi pemuda yang sedang menempuh pendidikan baik di jenjang Sekolah Menengah Atas/Kejuruan maupun Perguruan Tinggi.

4. Diskusi Mengenai Energi Terbarukan dan Konservasi Energi

Upaya ini bertujuan untuk mengajak generasi ‘berenergi’ yang lainnya di seluruh penjuru nusantara untuk mengkampanyekan mengenai energi terbarukan dan konservasi energi. Dalam istilah Jawa, diharapkan dapat terjadi fenomena ‘gethok tular’ yang berarti pemuda  ke satu mengajak pemuda kedua, pemuda kedua mengajak pemuda yang ketiga, begitu seterusnya. Salah satu wadah yang bisa digunakan untuk mempercepat proses ‘gethok tular’ adalah Indonesia’s Youth Forum for Renewable Energy and Efficiency Energy (IYFREE). IYFREE diharapkan mampu menjadi wadah bagi para generasi ‘berenergi’ untuk mengkampanyekan energi terbarukan dan konservasi energi.


Gambar 3. Stand IYFREE di Indo EBTKE Conex 2015

Pada akhirnya, diharapkan semua pihak dan generasi memiliki peran masing-masing dalam penggunaan energi tarbarukan maupun upaya konservasi. Upaya tersebut merupakan sebuah investasi agar beberapa generasi yang akan datang dapat menikmati akses energi yang lebih layak dibandingkan pada saat ini.
Selain ide-ide yang telah disampaikan di atas, kira-kira apa saja yang bisa dilakukan pemuda dalam penggunaan energi terbarukan dan upaya konservasi energi?
Mari kita pikirkan dan setelah itu yang lebih penting, mari kita laksanakan.

Salam

Energenius for Genius Generation!!!